Begitu pentingnya jilbab bagi seorang akhwat yang mengaku sebagai seorang muslimah. Sehingga dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda: “telah berkata Ummu ‘Athiyah, saya bertanya: “Ya Rasulullah apakah salah seorang dari kami (muslimah) dinyatakan bersalah bila ia tidak keluar (pergi ke tanah lapang) karena ia tidak mempunyai jilbab?” maka sabdanya : “Hendaklah temannya meminjamkan jilbab untuknya”. (HR. Bukhari Muslim)
Jadi, Rasulullah S.A.W mewajibkan muslimah untuk mengenakan jilbabnya dalam keadaan apapun, begitu pentingnya hal ini sehingga apabila seorang muslimah gak punya tu jilbab Beliau menyuruh temannya untuk minjemin.. ck,ck,ck
Buat para muslimah dimanapun dirimu berada, bagaimanapun keadaanmu, gunakanlah jilbabmu sebagai ciri bahwa engkau lah wanita muslimah sejati yang mencintai Allah dan Rasul-Nya. Karena jilbab yang kita pakai memberikan hikmah yang di antaranya:
a) Sebagai identitas seorang muslimah
Allah memberikan kewajiban untuk pake tu jilbab agar wanita mukmin punye ciri khas dan identitas tersendiri yang membedakannye dengan orang-orang kafir alias non muslim. Dalam sebuah hadist dikatakan :
”Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Abu Dawud). Nah lo, mangnya antuna mw dikatakan sama dengan orang Yahudi, Budha, Hindu, de-el-el? Katakan ”TIDAK!!” so pake dumz jilbabnya..
b) Meninggikan derajat wanita muslim
Dengan antuna pake tu jilbab. Tapi inget, jilbabnya harus yang menutupi aurat, jangan sembarang jilbab yang diselendangin di kepala. Karena wanita yang menutup seluruh auratnya dan tidak membukanya di sembarang tempat, maka tu muslimah bagaikan permata yang terpajaang di etalase dengan pengamanan super canggih n ketat yang gak sembarang orang bisa mengambil n memilikinya. Bukan batu yang berserakan di jalan yang sapapun bise ambil tu btu bwad dinikmati trus dibuang githu aje. Ck,ck,ck, ups. Naudzubillah min djalik
dalam firman-Nya:
”Barangsiapa yang mengajarkan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesunguhnya akan kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-nahl:97) Subhanallah..
c) Mencegah dari gangguan laki-laki gak bertanggung jawab
Hal ini sudah jelas pasti. Karena dengan seluruh tubuh tertutup except muka dan telapak tangan, maka tidak mungkin ada laki-laki iseng yang tertarik untuk menggoda dan mencelakakannya selama ia tidak berlaku berlebih-lebihan. Sebab percuma aja kalu dandannya rapih ala muslimah tapi perilakunya centil ke cowok, tak bisa menjaga lidah, sering menggoda cowok, de-el-el. WuuiIhH… (bahayhay tukh!!) padahal selayaknya muslimah untuk berlaku secukupnya saja. Agar tragedi seperti pemerkaosan… upss, pemerkosaan and perzinahan dsb dapat terhindarkan
d) Memperkuat kontrol sosial
Seorang yang ikhlas dalam jalan untuk bertaqwa khususnya muslimah dalam berbusana, insya Allah ia akan senantiasa menyadari bahwa dia selalu membawa nama dan identitas Islam dalam kehidupannya, sehingga apabila suatu saat ia khilaf maka ia akan lebih mudah untuk mengingat Allah dan kembali ke jalan yang di ridhoi-Nya.
Simpul di simpulkan dari sedikit uraian di atas bahwa sungguh pentingnya jilbab itu dalam kehidupan seorang muslimah karena menyimpan berbagai manfaat dan hikmah bagi yang memakainya. Seperti firman-Nya :
”Ya rabb kami, tiadalah Engkau menciptakn ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imran:191)
Aamiiiiin
Ku kutip ini dari seseorang,,
Semoga bermanfaat, afwan.. ^_^
Jumat, 01 Januari 2010
Sekilas Tentang Kiamat
1. Waktu Kiamat sudah dekat –> “Telah dekat terjadinya hari kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah”.( QS. An-Najm : 57-58 ).
2. Sikap manusia : heran, menertawakan dan tidak menangis –> “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini ? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis”. ( QS. An-Najm : 59-60 ).
3. Kapan terjadinya Kiamat ? –> Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ” Bilakah terjadinya?’ katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan wktu kedatangannya selain Dia” . ( QS. Al-A’raf : 87 ).
4. Kiamat berlangsung cepat sekali dan tiba-tiba –> “Dan tidaklah terjadinya Kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi), Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( QS. An-Nahl 77 )
5. Tujuan diadakan Kiamat –> “Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap orang itu dibalas dengan apa yang ia usahakan ( kerjakan)”. ( QS. Thaha 15 ).
6. Pada Hari Kiamat ; orang mukmin lebih mulia daripada orang kafir –> “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman, padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripad mereka dihari Kiamat”. ( QS. Al-Baqarah 212 ).
Satuhal dari saya “siapkah kita menghadapi kiamat sewaktu-waktu?”
Sumber:http://pitaxxx.wordpress.com/2009/06/05/sekilas-tentang-kiamat
2. Sikap manusia : heran, menertawakan dan tidak menangis –> “Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini ? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis”. ( QS. An-Najm : 59-60 ).
3. Kapan terjadinya Kiamat ? –> Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: ” Bilakah terjadinya?’ katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan wktu kedatangannya selain Dia” . ( QS. Al-A’raf : 87 ).
4. Kiamat berlangsung cepat sekali dan tiba-tiba –> “Dan tidaklah terjadinya Kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi), Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu”. ( QS. An-Nahl 77 )
5. Tujuan diadakan Kiamat –> “Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan datang, Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap orang itu dibalas dengan apa yang ia usahakan ( kerjakan)”. ( QS. Thaha 15 ).
6. Pada Hari Kiamat ; orang mukmin lebih mulia daripada orang kafir –> “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman, padahal orang-orang yang bertaqwa itu lebih mulia daripad mereka dihari Kiamat”. ( QS. Al-Baqarah 212 ).
Satuhal dari saya “siapkah kita menghadapi kiamat sewaktu-waktu?”
Sumber:http://pitaxxx.wordpress.com/2009/06/05/sekilas-tentang-kiamat
Macam jenis Kaktus
Alasan Burung Hantu Keluar Malam

Burung hantu hanya keluar malam hari sebab matanya sangat peka sehingga tidak bisa melihat dengan jelas pada siang hari.Tapi matanya dapat melihat dengan sangat jelas pada malam hari. Sungguh berbeda dengan manusia. Itulah sebabnya jarang ada burung hantu yang membawa lampu. hahahha
Sumber:http://ceritaunik.com/2009/08/alasan-burung-hantu-keluar-malam
Ruby Eyed Lavender California King Snake


Dijual ular Ruby Eyed Lavender California King Snake.Sangat berbeda dengan ular king snake albino. Dengan mata yang berwarna merah tua menjadikan ular ini lebih garang namun pada kenyataannya sangat asyik untuk pets.
Barang sehat dan sudah lancar makan.
Buruan !!!!!!! Jangan sampe gak dapet lohh !!!!
Sumber: http://www.satwaunik.com
Fakta Unik: Indonesia Memiliki 8 Presiden??
Selama ini kita mengenal bahwa Indonesia memiliki 6 Presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan sekarang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun, menurut sejarah, sebenarnya Indonesia memiliki lebih dari 6 Presiden, tepatnya 8 Presiden. Tidak percaya? Coba perhatikan fakta-fakta berikut ini:
Pemerintahan Darurat RI
Pada 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka.
Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat. Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan agar dibentuk pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI, atau lebih dikenal dengan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia).
Padahal, saat itu Soekarno - Hatta telah mengirimkan telegram yang berbunyi, "Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra".
Sayang, telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatera Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu "demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara".
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI "diproklamasikan" . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.
Republik Indonesia Serikat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain. Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.
Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan! Jadi, dari fakta tersebut bisa disimpulkan bahwa Indonesia memiliki 8 Presiden, bukannya 6 seperti yang kita sangka selama ini.
Sumber:http://www.kaskus.us
Pemerintahan Darurat RI
Pada 19 Desember 1948, saat Belanda melakukan agresi militer II dengan menyerang dan menguasai ibu kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap dan menahan Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin Indonesia lainnya untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka.
Kabar penangkapan terhadap Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar oleh Sjafrudin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran dan sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat. Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan agar dibentuk pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI, atau lebih dikenal dengan PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia).
Padahal, saat itu Soekarno - Hatta telah mengirimkan telegram yang berbunyi, "Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra".
Sayang, telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan suatu pemerintah darurat (emergency government). Gubernur Sumatera Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu "demi menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya, artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat internasional untuk diakui sebagai negara".
Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh, PDRI "diproklamasikan" . Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim. Kabinatenya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim, Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang. Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan eksistensi Republik Indonesia.
Republik Indonesia Serikat
Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS). RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara Indonesia Timur, dan lain-lain. Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.
Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan bulan! Jadi, dari fakta tersebut bisa disimpulkan bahwa Indonesia memiliki 8 Presiden, bukannya 6 seperti yang kita sangka selama ini.
Sumber:http://www.kaskus.us
Langganan:
Postingan (Atom)

