Selasa, 05 Januari 2010

13 LANGKAH HADAPI ANAK MENGAMUK DI MAL

“Pokoknya aku mau beli mobil Tamiya…! Huwaaa…!” Toni, anak laki berusia 5 tahun itu menangis seraya berteriak keras. Dua kakinya dihentak-hentakkan ke lantai mal. Sontak, Toni menjadi pusat perhatian orang-orang di sekeliling maupun yang lalu lalang.



Ibunya yang wajahnya mulai memerah menyiratkan rasa malu dan kesal. Gegas sang ibu berteriak dengan suara yang tak kalah kerasnya, “Tamiya itu mahal…! Kita kan ke sini mau beli sepatu…!” ujar sang ibu sambil tangannya menarik lengan mungil Toni yang kian mengeraskan teriakan dan tangisannya.



Sang ibu pun terus berteriak sambil memaksa Toni untuk berdiri.

“Berdiri, nggak!” ibu mulai meluncurkan kata perintah bernada ancaman.

Toni tetap mengamuk, duduk di lantai mal sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Sang ibu kian kalap…Toni terus dihujani kalimat-kalimat ancaman yang kasar dilengkapi dengan cubitan yang bertubi-tubi. Toni pun terus mengamuk.



Itulah sepenggal kejadian seorang anak mengamuk di mal.

Pernahkah Anda mengalami hal ini? Di tengah jalan-jalan santai bersama keluarga, tiba-tiba anak mengamuk tak terkendali. Apa yang Anda lakukan bila itu terjadi? Akankah Anda melakukan sebagaimana ibu Toni lakukan? Marah, mengancam, dan mencubit? Atau tindakan kekerasan lainnya?



Oh, semoga tidak. Itu hanya akan mempermalukan diri Anda sendiri. Anak Anda pun tidak akan berubah. Anak tidak mendapat pembelajaran maupun pelajaran apapun dari sikap Anda.



Tahukah Anda?

Sesungguhnya anak Anda yang masih suci dari noda dosa itu tak pernah sedikit pun bermaksud membuat Anda kesal. Terlebih menyakiti hati Anda. Percayalah!



Sebenarnya anak Anda sedang menyampaikan dan berusaha menggapai keinginannya. Setiap anak memiliki cara beragam untuk itu. Sebagaimana Toni yang menyampaikan keinginan memiliki mobil Tamiya dengan caranya ; mengamuk sesuka hati, menangis, berteriak-teriak sambil menghentak-hentakkan kakinya ke lantai. Bagaimana dengan anak Anda?



Nah, bila anak Anda saat di mal memiliki cara menyampaikan keinginan seperti Toni, semoga beberapa tips di bawah ini dapat membantu Anda.



1. Ada baiknya Anda memberi pemahaman pada anak bahwa mal adalah tempat umum, yang di dalamnya terdapat banyak orang dari berbagai tempat dengan tujuan beragam.

2. Bimbing dan latih anak untuk berhati-hati dalam menjaga benda berharga miliknya, juga menjaga keselamatan diri. Misalnya : tidak memisahkan diri dari keluarga, tidak berlarian, tidak bercanda dan berhati-hati saat naik escalator, dll)

3. Sebelum berangkat, ajak anak untuk membuat kesepakatan. Tentukan komponen-komponen kesepakatan antara anak dan Anda. Misal kasus untuk Toni : tujuan ke mal adalah beli sepatu (sepakati jenis sepatu ; sepatu sekolah atau sepatu pesta), tidak ada makan besar ; yang boleh beli corn atau donat (pilih salah satu saja), tidak beli mainan karena sudah beli sepatu, tidak menangis, dan tidak ngambek.

4. Sepakati juga konsekuensi, bila anak melanggar kesepakatan. Misalnya : kalau Toni melanggar kesepakatan dengan sengaja, maka sepatu yang sudah dibeli tidak boleh langsung dipakai. Atau biarkan anak memilih konsekuensi. Hal ini akan melatih kemampuan anak memaknai sportifitas dan tanggung jawab.

5. Saat anak berteriak dan menangis lepas kontrol, tenangkan diri Anda. Jangan justru Anda terpancing emosi lalu marah-marah kepada anak di tempat umum. Anda akan menjadi tontonan publik. Kemarahan dan prilaku kasar Anda akan dinilai sebagai tindakan kekerasan. Bisa saja Anda akan dianggap sebagai ibu yang ‘tidak becus’ mengurus anak. Maukah?

6. Amati situasi setempat. Kendalikan diri Anda lalu bersegera peluk anak dengan penuh kasih sayang. Bila memungkinkan, giring ke sudut ruang di mal. Bantu diri Anda dengan berdoa memohon bantuan Allah untuk melembutkan hati anak Anda

7. Posisikan wajah Anda sejajar dengan wajah anak. Hapus air mata anak dengan lembut. Tatap mata anak lekat, kemudian ucapkan kalimat-kalimat yang menenangkan : Toni sayang…kalau kamu ngambek begini…ibu jadi sedih dan malu. Lihat! Semua orang melihat ke arah kita. Kamu malu nggak?

8. Ajak anak untuk melihat sekeliling. Dengan begitu Anda menyadarkan pada anak bahwa saat itu ia bukan berada di rumah tapi di mal.

9. Apabila anak tetap menangis dan berteriak, tetaplah tenang dan teruslah berbicara : Toni mau beli Tamiya? Bukankah kita ke mal mau beli sepatu? Besok Toni sudah mau sekolah. Jadi Toni bisa pakai sepatu baru. Asyik kan…?

10. Kemudian bila anak berkata : Pokoknya aku mau beli mobil Tamiya…! Kata ‘pokoknya’ seringkali dijadikan anak sebagai password untuk memaksakan kehendak. Bisa jadi kata itu diadopsi dari kita juga sebagai orang tua yang ‘mungkin’ kerap berkata : POKOKNYA kamu harus….., KALAU NGGAK…

11. Setelah anak mulai tenang dan berhenti menangis, ajak anak melihat mainan yang diinginkannya. Minta anak melihat harganya lalu jelaskan bahwa harga itu bukan harga yang murah. Ajarkan anak mengenal nilai uang.

12. Bila anak masih terlihat ingin memaksakan kehendaknya, ingatkan kembali tujuan utama Anda mengajak anak ke mal. Teruslah ajak anak bicara untuk membangun kemampuan berpikirnya.

13. Perlahan, alihkan perhatian anak agar mau meninggalkan toko mainan (penyebab anak ngamuk). Mengajak anak menikmati es krim atau makanan kesukaannya akan mengurangi kecemasan hatinya.



Selamat mencoba.



Pastikan Anda tetap tenang dengan emosi terkontrol saat menghadapi prilaku anak yang tak terkendali dan di luar prediksi Anda. Pastikan diri dan hati Anda secara konstan berada di zona maksimum kesabaran.



Hal yang perlu kembali Anda ingat adalah : Anak Anda tak pernah sedikit pun bermaksud membuat kesal dan menyakiti hati Anda.



Salam Bahagia

Pengertian CD-R

CD-R adalah singkatan dari istilah bahasa Inggris Compact Disc-Recordable) merupakan jenis cakram padat yang dapat diisi dengan data. salah satu jenis media penyimpanan eksternal pada komputer. Secara fisik CD-R merupakan CD polikarbonat kosong berdiameter 120 mm sama seperti CD ROM. Awalnya CD-R dilapisi emas sebagai media refleksinya.Permukaan reflektif pada lapisan emas tidak memiliki depresi atau lekukan – lekukan fisik seperti halnya pada lapisan aluminium kemudian disempurnakan dengan cara dengan menambahkan lapisan pewarna di antara polikarbonat dan lapisan emas. Jenis pewarna yang sering digunakan adalah cyanine yang berwarna hijau dan pthalocynine
yang berwarna oranye
kekuningkuningan.Pewarna ini sama seperti yang digunakan dalam film fotografi sehingga menjadikan Kodak dan Fuji produsen utama CD-R Sebelum digunakan pewarna bersifat transparan sehingga sinar laser berdaya tinggi dapat menembus sampai ke lapisan emas saat proses penulisan. Saat sinar laser mengenai titik pewarna, sinar ini memanaskannya sehingga pewarna terurai melepaskan ikatan kimianya membentuk suatu noda. Noda – noda inilah sebagai representasi data yang nantinya dapat dikenali oleh foto-detektor apabila disinari dengan laser berdaya rendah saat proses pembacaan. CD-R hanya dapat menyimpan satu kali saja dan data yang telah ada sebelumnya tidak dapat diubah atau dihapus.

Sumber:http://id.wikipedia.org

Hukum menurunkan celana dibawah mata kaki tanpa sombong haram atau tidak

Pertanyaan :
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah menurunkan pakaian melewati kedua matakaki (Isbal) bila dilakukan tanpa sombong dianggap suatu yang haram atau tidak ?

Jawaban.
Menurunkan pakaian di bawah kedua mata kaki bagi pria adalah perkara yang haram. Apakah itu karena sombong atau tidak. Akan tetapi jika dia melakukannya karena sombong maka dosanya lebih besar dan keras, berdasarkan hadist yang tsabit dari Abu Dzar dalam Shahih Muslim, bahwa Rasulullah bersabda.

"Artinya : Ada tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hari kiamat, tidak dibersihkan dari dosa serta mereka akan mendapatkan azab yang pedih."

Abu Dzarr berkata : "Alangkah rugi dan bangkrutnya mereka, wahai Rasulullah ! Beliau berkata:

"Artinya : (Mereka adalah) pelaku Isbal, pengungkit pemberian dan orang yang menjual barangnya dengan sumpah palsu" [ Hadits Riwayat Muslim dan Ashabus Sunan]

Hadis ini adalah hadist yang mutlak akan tetapi dirinci dengan hadist Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi Shalallahu �alaihi wasallam, beliau bersada :

"Artinya : Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala pada hari kiamat." [Hadits Riwayat Bukhari]

Kemutlakan pada hadist Abu Dzar dirinci oleh hadist Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma. Jika dia melakukan karena sombong Allah tidak akan melihatnya, membersihkannya dan dia akan mendapatkan azab sangat pedih. Hukuman ini lebih berat dari pada hukuman bagi orang yang tidak menurunkan pakaian tanpa sombong. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata tentang kelompok ini dengan:

"Artinya : Apa yang berada dibawah kedua mata kaki berupa sarung maka tempatnya di neraka" [Hadits Riwayat Bukhari dan Ahmad]

Ketika kedua hukuman ini berbeda, tidak bisa membawa makna yang mutlak kepada pengecualian, karena kaidah yang membolehkan untuk megecualikan yang mutlak adalah dengan syarat bila kedua nash sama dari segi hukum.

Adapun bila hukum berbeda, maka tidak bisa salah satunya dikecualaikan dengan yang lain. Oleh karena ini ayat tayammum yang berbunyi :

"Artinya Maka sapulah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian dengan tanah itu." [Al Maidah :6]

Tidak bisa kita kecualikan dengan ayat wudlu yang berbunyi :

"Artinya : Maka basuhlah wajah wajah kalian dan tangan tangan kalian sampai siku” [ Al Maidah : 6]

Maka kita tidak boleh melakukan tayammum sampai kesiku. Itu diriwayatkan oleh Malik dan yang lainnya dari dari Abu Said Al Khudri bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

"Artinya : Sarung seseorang mukmin sampai setengah betisnya. Dan apa yang berada dibawah mata kaki, maka tempatnya di neraka. Dan siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong maka Allah tidak akan melihatnya."

Disini Nabi menyebutkan dua contoh dalam hukum kedua hal itu , karena memang hukum keduanya berbeda. Keduanya berbeda dalam perbuatan, maka juga berbeda dalam hukum. Dengan ini jelas kekeliruan dan yang mengecualikan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ;

"Artinya : Apa yang dibawah mata kaki tempatnya di neraka."

Dengan sabda beliau :

"Artinya : Siapa yang menyeret pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala."

Memang ada sebagian orang yang bila ditegur perbuatan Isbal yang dilakukannya, dia berkata: Saya tidak melakuakan hal ini karena sombong. Maka kita katakan kepada orang ini : Isbal ada dua jenis, yaitu jenis hukumnnya ; adalah bila seseorang melakukannya karena sombong maka dia tidak akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan mendapatkan siksa yang sangat pedih, berbeda dengan orang yang melakukan Isbal tidak karena sombong. orang ini akan mendapatkan adzab, tetapi ia masih di ajak bicara, dilihat dan dibersihkan dosanya. Demikian kita katakan kepadanya.

[Diambil dari As�ilah Muhimmah Syaikh Muhammad Ibn Soleh Utsaimin]


Sumber: http://solihin87.cybermq.com/post/detail/9135/hukum-menurunkan-celana-dibawah-mata-kaki-tanpa-sombong-haram-atau-tidak


Kisah raja yang rela menjadi tukang kebun

Ibrahim bin Adham adalah seorang raja yang sangat besar kekuasaannya. Oleh kerana kehidupan yang mewah dan serba cukup tidak membawa ketenangan kepada jiwanya, baginda akhirnya memilih untuk hidup sebagai rakyat biasa dengan mengambil upah sebagai tukang kebun.

Kebun yang dijaga oleh baginda itu ada banyak pokok-pokok delima. Ia menjaga kebun itu dengan patuh dan rajin. Suatu hari datanglah tuan kebun itu dan meminta Ibrahim membawakan sebiji delima yang masak lagi manis kepadanya. Ibrahim pun segera ke pokok-pokok delima untuk mencari buah delima yang paling masak.

Apabila tuannya merasa delima tersebut, air mukanya berubah. Kemudian berkata: "Wahai Ibrahim tolong bawakan kepada aku sebiji delima yang lebih manis." Sekali lagi Ibrahim pergi mencari buah delima yang lain tanpa mengetahiu mengapa tuannya itu menyuruh dia membawakan sebiji lagi. Setelah buah yang diberikan kepada tuannya itu dimakan, dengan sepontan buah itu dibuang oleh tuannya itu.

Oleh kerana terlalu marah sebab buah yang dimakannya itu masih masam, ia pun berkata dengan suara yang keras: "Wahai Ibrahim! Hairan sekali aku melihat engkau. Sudah begini lama engkau menjaga kebunku, tidakkah engkau tahu yang masam dan manis?" Lalu jawab Ibrahim dengan suara yang lemah dan sopan: "Tuan, bukankah saya ini diamanahkan untuk menjaga kebun supaya sentiasa subur dengan buah-buahan, tetapi tuan tidak memberi keizinan kepada saya merasa buahnya." Betapa terkejutnya tuannya itu apabila mendengar jawapan tersebut. Tidak terduga sama sekali akan besarnya sifat amanah yang ada pada tukang kebunnya itu.


Update Status Facebook Lewat Email

Kolaborasi vendor software open source, Open-Xchange berencana untuk membuka inbox emailnya ke pesan dari situs jejaring social seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn. Open-Xchange ingin mempermudah penggunaan modus multi komunikasi dengan membuat situs jejaring social tersebut dapat diakses di email client, menurut CEO Open-Xchange, Rafael Laguna. Open-Xchange juga berencana untuk memberikan fungsi email tersebut dalam peluncuran software di bulan Februari. User dapat mem-filter pesan secara otomatis cari salah satu layanan email dan situs jejaring social, ke dalam inbox email personal.

Open-Xchange versi 6.14 tersebut telah diluncurkan Selasa (24/11) kemarin, yang memudahkan user untuk menyimpan data kontak dari situs jejaring social dan layanan email berbasis web, termasuk Gmail dan Yahoo Mail. Open-Xchange juga dapat menyimpan pesan dari Gmail. Integrasi dengan layanan Google Calendar juga akan dilakukan, user dapat memilikih address book yang terpisah dari jejaring social yang berbeda atau jadi satu dengan semua informasi kontak mereka.

Open-Xchange juga menambah improvisasi user unterface untuk view team calendar di versi 6.14. User dapat melihat yang dikerjakan co-worker dari jam ke bulan. Selama peluncuran Open-Xchange Server Edition di tahun pertama ini akan dijual seharga US$1,312.50 untuk 25 nama user dan satu tahun untuk maintenance berlangganan.

Sumber: http://karacca01.blogspot.com/2009/11/bisa-update-status-facebook-lewat-email.html

Kurang Gizi Turunkan IQ Hingga 15 Poin

Kekurangan gizi anak pada masa kehamilan ibu dan usia dini anak selain menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik dan perkembangan motorik, juga akan mengganggu perkembangan kognitif yang menyebabkan berkurangnya IQ (intelligence quotient) hingga 15 poin.

Menurut Pakar Gizi Prof dr Fasli Jalal PhD, hal itu berarti Indonesia berpotensi kehilangan poin IQ mencapai 17-22 juta poin akibat adanya 1,7 juta anak balita menderita gizi buruk pada 2005.

"Iodium adalah zat gizi mikro yang paling penting dalam mencegah gangguan otak yang dapat menimbulkan menurunnya kemampuan intelektual, melambatnya psikomotor dan menyebabkan keterbelakangan mental," katanya.

Fasli menyebutkan dalam makalahnya, kebutuhan gizi dibagi atas dua bagian yaitu kebutuhan zat-zat gizi makro seperti energi, protein dan lemak dan kebutuhan zat gizi mikro yakni vitamin dan mineral.

Zat gizi makro berfungsi pada proses metabolisme otak dan peningkatan efisiensi proses rangsangan otak, sehingga kekurangan gizi makro menyebabkan terganggunya asupan makanan ke otak dan terganggunya proses metabolisme otak, ujarnya.

Kekurangan asupan protein-energi pada ibu hamil muda di bawah 24 minggu akan menyebabkan jumlah sel-sel otak anaknya berkurang dan kekurangan asupan ini pada akhir kehamilan menyebabkan ukuran sel syaraf anaknya menjadi kecil.

"Kekurangan asupan protein-energi yang berat pada ibu hamil dapat menurunkan berat otak anak sampai 25%," katanya mengutip pakar gizi lainnya.

Energi, ujarnya sangat dibutuhkan otak. Selain untuk membantu proses pertumbuhan dan perkembangan otak, energi diperlukan untuk metabolisme sel-sel syaraf. Demikian juga lemak yang sangat dibutuhkan dalam perkembangan otak di mana lebih dari 60% berat otak adalah lemak.

Sedangkan zat gizi mikro seperti iodium, asam folat, zat besi, seng, tembaga, vitamin, dan cholin, diperlukan dalam pertumbuhan otak.

Asam folat berfungsi untuk pembentukan tabung syaraf, zat besi untuk pembentukan mielin, monoamin dan mendukung metabolisme energi di sel syaraf dan sel glia, seng diperlukan untuk pembentukan DNA, tembaga untuk metabolisme energi sel syaraf dan sel glia, dan cholin untuk membentuk neurotransmitter, metilasi DNA dan pembentukan mielin, urainya.

Sedangkan Vitamin D berperan pada kemampuan daya ingat, kontrol motorik dan keseimbangan emosi, vitamin A untuk pembentukan struktur sel syaraf, vitamin E berfungsi dalam proteksi dari membran sel-sel syaraf, vitamin B6 dan B12 untuk pembentukan neurotransmitter, vitamin C berfungsi sebagai antioksidan dan vitamin B1 memproduksi energi. (ant/cax)

sumber: Kapanlagi.com


Mahkota Bagi Raja

Hari ini, Rabu 30 Desember 2009, pk.18.45 seorang tokoh nasionalis sejati telah kembali kerumah-Nya yang abadi. Guru bangsa telah dipanggil-Nya. Sejatinya seorang manusia yang penuh kesahajaan, sederhana, lugu dan lugas. Apa yang keluar dari mulutnya adalah kesejatian bangsa. Identitas diri bangsa ini terdapat pada dirinya. Memang demikianlah seharusnya bangsa ini. Rendah hati, teguh, jauh dari munafik, membela yang kecil dan tersingkir, mengakui keberadaan orang lain dan menghormatinya. Sosok Pancasilais sejati.

Gus Dur telah tiada, tetapi aroma pengaruhnya masih dimana-mana, beliau masih hidup diantara yang hidup. Beliau hanya berpindah alam. Jiwanya masih memberi semangat. Nuraninya masih bicara. Agar bangsa ini tumbuh kembang dalam kesahajaan, dalam persatuan dan kesatuan yang hakiki (bukan manipulasi), bangsa yang membenci korupsi, bangsa yang harus hidup bersanding dan berdampingan apapun suku - adat istiadat - budaya - agama dan kepercayaannya.

Seorang proklamator kemanusiaan, kedamaian & perdamaian, persamaan hak dan kwajiban. Tidaklah mudah mencarikan pengganti sosoknya di republik ini. Terlebih pada saat situasi negeri tengah carut marut oleh dekadensi moral dan etika. Sosoknya sebetulnya masih sangat dibutuhkan di negeri tercinta ini. Tetapi bila Tuhan berkehendak lain wallahualam kita harus bisa menerimanya dengan lapang dada. Pastinya Tuhan mempunyai rencana dan kehendak lain pada bangsa ini agar dapat mengambil hikmah atas apa yang telah dan pernah beliau lakukan sepanjang hayatnya.

Gus Dur, adalah raja bagi negeri ini, yang berani mengatakan ‘tidak’ ditengah arus yang berkecamuk, berani mengatakan ‘ya’ ditengah gelombang yang menghantamnya penuh ancaman. Raja yang welas-asih, mampu mengabulkan permintaan hambanya, siap mengorbankan dirinya bagi orang lain/bangsanya tanpa meminta imbalan apapun. Raja sederhana dan bersahaja. Raja yang menyediakan istana bagi rakyatnya. Raja yang menaklukkan lawannya bukan dengan senjata tetapi dengan cinta dan kasih-sayang, dengan perhatian dan pengertian lengkap dengan keutuhan pribadinya yang agung. Raja yang selalu mengajaknya rakyatnya untuk bersikap rasional.

Tahta bagi rakyat ada pada diri Gus Dur.

Dan sekarang ramai diperbincangkan soal gelar pahlawan bagi sosok Gus Dur yang nota bene kiprahnya telah dirasakan bersama seluruh rakyat dari semua golongan di bumi Nusantara ini. Barangkali Gus Dur sendiri di alam-sana sama sekali tidak menghendaki ‘gelar’ itu karena bagi beliau yang utama adalah tindakan bukan obrolan warung kopi. Apalah artinya ‘gelar’ bila tidak terbukti. Apakah hanya untuk gagah-gagahan saja. Tidak. Gus Dur tidak menghendaki hal semacam itu. Diberikan atau tidak ‘gelar’ itu bukan masalah yang terpenting adalah sudah mencoba melakukan yang terbaik bagi bangsa ini, untuk negeri tercinta ini, untuk kebersamaan dan kesatuan NKRI.

Wajah & jiwa Indonesia sesungguhnya ada pada diri Gus Dur.

Mereka yang ingin meng-Indonesia hendaknya seturut dengan apa yang pernah beliau lakukan bagi negeri ini. Indonesia adalah Bhineka Tunggal Ika. Gus Dur adalah Bhineka Tunggal Ika. Sosok pemimpin tanpa pamrih, sosok yang tidak takut miskin hanya karena idealismenya. Teguh, tekun, kokoh dan kuat. Seandainya saja para petinggi kita (Indonesia) mampu bersikap dan bertingkah-laku serta berpikiran seperti beliau maka rakyat akan hidup rukun, makmur dan sejahtera. Wawasannya menjangkau jauh kedepan bahkan tak bisa terdeteksi oleh siapapun.

Bangsa ini kehilangan bapanya, gurunya, panutannya. Namun jangan sampai kehilangan identitasnya. Sebab identitas bangsa ini sesungguhnya ada pada diri beliau. Lihatlah Gus Dur bila ingin melihat Indonesia dan lihatlah Indonesia jika ingin melihat siapa Gus Dur. Beliau paling menderita ketika anak bangsa saling berbenturan, beliau berduka manakala dissintegrasi menggejala, beliau menunduk berdoa saat dirinya dikhianati…

Kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah impian. Bangkitlah bangsaku kendati Gus Dur telah tiada. Bangkitlah bersama cita-citanya, aspirasinya, cinta dan kasihnya terhadap bangsa ini.

Beliau telah pergi ketika bangsa ini justru sedang membutuhkannya.


Sumber:http://carolusispryono.blogdetik.com/2010/01/05/mahkota-bagi-raja/